Arsip Penulis

Tolong Menolong (Ta’awun)

Posted: 28 Oktober 2012 in Uncategorized

“Mukmin yang satu dengan yang lainnya bagaikan sebuah bangunan yang saling memperkuat antara sebagian dengan sebagian yang lainnya. (Rasulullah SAW sambil memasukkan jari-jari tangan ke sela jari jari lainnya) (HR. Muttafaqun �alaih)
Perumpamaan orang-orang mukmin dalam (menjalin) cinta dan kasih sayang di antara mereka bagaikan tubuh yang satu, apabila ada anggota (tubuh) yang merasa sakit, maka seluruh anggota yang lainnya merasa demam dan tidak bisa tidur.” (HR. Muslim)

Orang-orang Muslim itu darahnya saling menyuplai, yang lemah di antara mereka akan berusaha membebaskan tanggungannya dan yang kuat di antara mereka berusaha menyelamatkan yang lemah, mereka adalah satu tangan (kekuatan) untuk menghadapi pihak-pihak selain mereka (musuh-musuh mereka), yang kuat membantu yang lemah dan yang cepat menolong yang lambat.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Tolonglah saudaramu, baik yang berbuat zhalim maupun yang dizhalimi,” Nabi ditanya, “Kalau yang dizhalimi kami bisa menolong, bagaimana dengan orang yang menzhalimi wahai Rasulullah? Nabi SAW bersabda, “kamu pegang kedua tangannya atau kamu cegah dia dan kezhaliman, itulah cara kita menolongnya.” (HR. Bukhari)

Dalam Islam, tolong-menolong adalah kewajiban setiap Muslim. Sudah semestinya konsep tolong-menolong tidak hanya dilakukan dalam lingkup yang sempit. Tentu saja untuk menjaga agar tolong-menolong ini selalu dalam koridor “kebaikan dan takwa” diperlukan suatu sistem yang benar-benar sesuai “syariah”. Apa artinya kita berukhuwah jika kita tidak mau menolong saudara kita yang sedang mengalami kesulitan.

tolong-menolong menjadi sebuah keharusan karena apapun yang kita kerjakan membutuhkan pertolongan dari orang lain. Tidak ada manusia seorang pun di muka bumi ini yang tidak membutuhkan pertolongan dari yang lain. Seorang pengusaha yang mendirikan pabrik misalnya, membutuhkan karyawan pabrik. Pabrik yang dia dirikan tidak akan berjalan jika tidak ada bantuan dari yang lain. Jadi dalam hidup ini, tolong-menolong adalah sebuah keharusan.

Sampai-sampai Rasulullah Saw memerintahkan kepada kita tidak hanya menolong orang yang didzhalimi, tetapi juga turut membantu orang yang mendzhalimi agar orang yang mendzhalimi itu tidak lagi berbuat dzhalim.
Maka dari itu, tolong-menolong ini menjadi salah satu nilai yang terkandung dalam ekonomi Islam. Menolong yang lemah, membantu orang yang memerlukan bantuan sudah sebuah kemestian. Para pelaku ekonomi Islam dituntut agar dapat membantu saudaranya keluar dari permasalahan yang dihadapi. Membantu masyarakat yang masih menikmati riba menuju ke sistem yang islami atau syariah, juga dikategorikan sebagai bagian dari nilai tolong-menolong. Apalagi dapat membantu masyarakat ke luar dari lembah kemiskinan. Wallaahu a’lam

Iklan

4 Perkara Sebelum Tidur

Posted: 28 Oktober 2012 in Uncategorized

Rasulullah berpesan kepada Aisyah ra : “Ya Aisyah jangan engkau tidur sebelum melakukan empat perkara, yaitu :

1.-Sebelum khatam Al Qur’an,
2.-Sebelum membuat para nabi memberimu syafaat di hari akhir,
3.-Sebelum para muslim meridai kamu,
4.-Sebelum kaulaksanakan haji dan umrah….

“Bertanya Aisyah : “Ya Rasulullah…. Bagaimana aku dapat melaksanakan empat perkara seketika?”

Rasul tersenyum dan bersabda :

“Jika engkau tidur bacalah : Al Ikhlas tiga kali seakan-akan kau mengkhatamkan Al Qur’an.

Membacalah selawat untukKu dan para nabi sebelum aku, maka kami semua akan memberi syafaat di hari kiamat.

Beristighfarlah untuk para muslimin maka mereka akan meredai kamu.

Dan,perbanyaklah bertasbih, bertahmid, bertahlil, bertakbir maka seakan-akan kamu telah melaksanakan ibadah haji dan umrah”

Subkhanallah…..

Sebentar lagi kita akan kedatangan tamu istimewa, Hari Raya ‘Idul Adha, dimana di hari itu dan hari tasyrik dilakukan penyembelihan hewan qurba. Jika Anda belum memutuskan untuk berkurban tahun ini, ada baiknya Anda menyimak hikmah dan keutamaan qurban pada hari-hari tersebut:

1. Kebaikan dari setiap helai bulu hewan kurban

Dari Zaid ibn Arqam, ia berkata atau mereka berkata: “Wahai Rasulullah SAW, apakah qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Qurban adalah sunnahnya bapak kalian, Nabi Ibrahim.” Mereka menjawab: “Apa keutamaan yang kami akan peroleh dengan qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan.”Mereka menjawab: “Kalau bulu-bulunya?”Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan.” [HR. Ahmad dan ibn Majah]

2. Berkurban adalah ciri keislaman seseorang

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang mendapati dirinya dalam keadaan lapang, lalu ia tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat Ied kami.” [HR. Ahmad dan Ibnu Majah]

3. Ibadah kurban adalah salah satu ibadah yang paling disukai oleh Allah

Dari Aisyah, Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada amalan anak cucu Adam pada hari raya qurban yang lebih disukai Allah melebihi dari mengucurkan darah (menyembelih hewan qurban), sesungguhnya pada hari kiamat nanti hewan-hewan tersebut akan datang lengkap dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya, dan bulu- bulunya. Sesungguhnya darahnya akan sampai kepada Allah –sebagai qurban– di manapun hewan itu disembelih sebelum darahnya sampai ke tanah, maka ikhlaskanlah menyembelihnya.” [HR. Ibn Majah dan Tirmidzi. Tirmidzi menyatakan: Hadits ini adalah hasan gharib]

4. Berkurban membawa misi kepedulian pada sesama, menggembirakan kaum dhuafa

“Hari Raya Qurban adalah hari untuk makan, minum dan dzikir kepada Allah” [HR. Muslim]

5. Berkurban adalah ibadah yang paling utama

“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah.” [Qur’an Surat Al Kautsar : 2]

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah ra sebagaimana dalam Majmu’ Fatawa (16/531-532) ketika menafsirkan ayat kedua surat Al-Kautsar menguraikan : “Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan beliau untuk mengumpulkan dua ibadah yang agung ini yaitu shalat dan menyembelih qurban yang menunjukkan sikap taqarrub, tawadhu’, merasa butuh kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, husnuzhan, keyakinan yang kuat dan ketenangan hati kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, janji, perintah, serta keutamaan-Nya.”

“Katakanlah: sesungguhnya shalatku, sembelihanku (kurban), hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” [Qur’an Surat Al An’am : 162]

Beliau juga menegaskan: “Ibadah harta benda yang paling mulia adalah menyembelih qurban, sedangkan ibadah badan yang paling utama adalah shalat…”

6. Berkurban adalah sebagian dari syiar agama Islam

“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)” [Qur’an Surat Al Hajj : 34]

7. Mengenang ujian kecintaan dari Allah kepada Nabi Ibrahim

“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” [Qur’an Surat Ash Shaffat : 102 – 107]

” Berdo’alah kepadaku karena Aku ( Allah ) mengabulkan do’amu ” Al Mukmin ayat 40

sebebagi seorang yang beragama apalagi beragama islam do’a ( permohonan ) adalah kebutuhan karena sandaran hidup serta permohonan kita tujukan kepada Allah SWT yang telah menciptakan alam semesta beserta isinya
ratusan bahkan ribuan kali do’a kita panjatkan.
Keselamatan, kesehatan serta rizky tujuan utama setiap do’a yang kita panjatkan, namun terkadang kita bertanya – tanya bahkan dengan rasa putus asa kenapa do’a itu tidak kunjung di kabulkan ? apa yang jadi penyebab
kenapa do’a itu tidak kunjung dikabulkan, penyebabnya adalah Hati kita mati.
ada 8 penyebab hati menjadi mati :

1. Kita mengerti dan tahu perintah Allah namun……..
kita enggan bahkan malas mengerjakannya.
2. Kita bisa membaca Al – Qur’an akan tetapi tidak mengamalkan ajarannya.
Hanya sekedar di baca serta dihafal namun ajaran – ajarannya tidak dipraktekkan dalam kehidupan sehari – hari.
3. Kita tahu bahwa Nabi Muhammad SAW adalan utusan Allah dan menjadikan panutan, namun kita tidak mengamalkan sunnah yang telah beliau ajarkan.
4. Kita tahu bahwa pada akhirnya kita semua akan mati tetapi kita tidak bersiap untuk mencari bekal.
5. Kita mengerti setan diciptakan Allah SWT sebagai penguji keimanan kita dan musuh yang paling nyata, namun kita lebi senang berkumpul dengan
setan untuk berbuat ma’siat dan dosa.
6. Kita sadar bahwa setiap perbuatan dosa tempatnya adalah Neraka, tetapi kita bukan menjauhi malah menghampiri neraka karena
akibat berbuat dosa.
7. Surga adalah tempat orang yang patuh dan taat menjalankan perintah Allah, namun kita malah malas bahkan dengan sengaja meninggalkan
apa yang jadi perintahkakNya.
8. Yang paling buruk adalah kita senang mengetahui kesalahan orang lain bahkan ingin mencari tahu, tetapi kita tidak mengoreksi kesalahan
diri kita sendiri ibarat pepatah ” Semut di seberang tampak gajah di pelupuk mata tak tampak.

itulah 8 perkara atau penyebab hati kita menjadi mati serta menajadikan do’a kita tidak dikabulkan bahkan tidak di dengar oleh Allah SWT
Semoga dengan mengetahui penyebab di atas kita jadi sadr dan bertaubat mohon pengampunaNya.
Karena Allah maha Pengampun dan tidak ada kata terlambat untuk bertaubat selagi nyawa belum sampai di tenggorokan kita .( menjelang ajal )

Doa seorang Kekasih

Posted: 19 Oktober 2012 in Uncategorized

Ya ALLAH, seandainya telah Engkau catatkan dia milikku,
tercipta untuk diriku
satukanlah hatinya dengan hatiku,
titipkanlah kebahagiaan untuk kami

Ya ALLAH, ku mohon apa yang telah Engkau takdirkan
ku harap dialah yang terbaik untukku
Karena Engkau tau segala isi hatiku
Peliharalah aku dari kemurkaanMu

Kupasrahkan padaMu,
karuniakanlah aku pasangan yang beriman
yang bisa menemani aku berlayar ke muara bahtera yang Engkau ridhoi

Ya ALLAH, seandainya dia menjadi milikku satukanlah kami

Ya ALLAH Engkau maha pengasih
dengarkan rintihan hambaMu ini
jangan Engkau biarkan hambaMu ini sendiri
agar aku dapat bahagia walau Tanpa bersamanya
kuatkanlah aku
Gantikanlah yang hilang
tumbuhkan yang patah
Kuinginkan bahagia di dunia dan akhirat
Hanya padaMu ya ALLAH ku mohon segalanya

Syukur Nikmat

Posted: 18 Oktober 2012 in Uncategorized

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat
menentukan jumlahnya.

Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang.”
(Al-Quran Al-Karim
Surah An-Nahl [16]: ayat 18)

Hadis Nabi tentang “lima perkara sebelum lima perkara” itu maksudnya adalah supaya kita mempergunakan waktu dan kesempatan dengan sebaik-baiknya, sebelum hilangnya kesempatan tersebut.
Hadis tersebut diriwayatkan Imam Hakim dalam kitab al-Mustadrak.

Lima perkara tersebut adalah sebagai berikut:

1. “Pergunakan masa mudamu sebelum datang masa tuamu”.
Masa muda hendaklah dipergunakan sebaik-baiknya untuk mencapai kebaikan, kesuksesan, dan keberhasilan, karena masa mudalah kita mempunyai ambisi, keinginan dan cita-cita yang ingin kita raih, bukan berarti masa tua menghalangi kita untuk tetap berusaha mencapai keinginan kita, tapi tentulah usaha masa tua akan berbeda halnya dengan usaha saat kita masih muda. Maka dari itu masa muda hendaklah diisi dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat hingga tidak menyesal di kemudian hari.

2. “Pergunakan masa luangmu sebelum datang masa sibukmu”.
Disini kita dianjurkan untuk menghargai waktu, agar bisa diisi dengan hal-hal yang bermanfaaat baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Misalnya, menengok saudara ketika ada kesempatan sebelum kesibukan menghampiri kita, hingga tidak sempat lagi untuk sekedar mengunjungi kerabat.

3. “Pergunakan waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu”.
Hal ini juga anjuran agar kita senantiasa waspada pada segala kemungkinan yang sifatnya diluar prediksi manusia, seperti halnya sakit. Sakit disini bukan sebatas sakit jasmani, tapi juga sakit rohani. Maka ketika
kita sehat jasmani-rohani, hendaknya kita senantiasa mempergukannya untuk hal-hal yang bermanfaat tanpa mengulur-ngulur waktu.
4. “Pergunakanlah waktu kayamu sebelum datang waktu miskinmu”.
Tidak terlalu jauh berbeda dari penjelasan di atas, ketika kekayaan ada pada kita, baik itu berupa materi atau lainnya, maka hendaknya kita memanfaatkannya sebaik-baiknya, jangan menghambur-hamburkan.

5. “Pergunakan hidupmu sebelum datang matimu”.
Yang terakhir ini merupakan cakupan dari empat hal diatas. Ketika kita diberi kehidupan maka hidup yang diberikan pada kita itu sebenarnya merupakan kesempatan yang tiada duanya. Karena kesempatan hidup tidak akan datang untuk kedua kalinya. Kehidupan harus dijalani sesuai tuntutan kemaslahatannya.

Lima hal itu merupakan inti misi dan visi hidup manusia, karena kunci kesuksesan itu terletak pada bagaimana kita “mempergunakan kesempatan dengan sebaik-baiknya”.
Mempergunakan kesempatan adalah bentuk pasrah pada upaya & usaha, bukan pada hasil. Prinsip pasrah pada upaya & usaha akan membentuk jiwa yang teguh, tegar, kuat, dan tidak mudah putus asa. Bila suatu saat upaya kita belum menghasilkan target yang kita harapkan, maka kita tidak lantas putus asa, karena kewajiban kita adalah berupaya, berupaya dan berupaya